Lebaran 2019, Perantau Minang "Pulang Basamo" Gunakan Bus dan Ribuan Mobil

schedule Sabtu, 18 Mei 2019 13:12

PADANG - Ribuan perantau Minang yang tergabung dalam 4 organisasi perantau Minang menyatakan akan "pulang basamo" lewat jalur darat menggunakan bus dan ribuan kendaraan pribadi pada lebaran 2019 ini.

Menurut Kepala Biro Kerja Sama Pembangunan dan Rantau Sumbar Luhur Budianda di Padang, Jumat, 4 organisasi tersebut adalah Sulik Air Sepakat (SAS), Ikatan Keluarga Kamang Barat, Nagari Koto Aur Malintang Padang Pariaman dan Ikatan Keluarga Kamang Saiyo.

Luhur memprediksi jumlah perantau yang pulang basamo lewat jalur darat tahun ini akan meningkat cukup signifikan yang dipengaruhi oleh mahalnya harga tiket pesawat.

Khusus SAS saja, kata dia, sudah melaporkan akan pulang bersama dengan 1.000 unit mobil. Belum lagi organisasi lain dan yang pulang secara pribadi.

Hal itu, ujarnya, merupakan peluang ekonomi sekaligus juga tantangan berat bagi masyarakat dan pemerintah daerah di Sumbar, tergantung bagaimana mengelola dan kesiapan di daerah.

Ia meyakini bahwa perekonomian masyarakat sepanjang jalan lintas Sumatera dari Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto, Solok, Padangpanjang, Tanah Datar akan bergerak, jika bisa memanfaatkan momentum itu dengan baik.

Pedagang kuliner diprediksi paling diuntungkan meski sebagian besar hanya untuk sahur, berbuka dan istirahat malam.

Rest area akan menjadi kebutuhan mutlak bagi rombongan perantau dan menjadi titik interaksi bagi sektor perdagangan. Selain itu, daerah tujuan wisata yang berada dekat di pinggir jalan lintas juga bisa menjadi pilihan rombongan perantau untuk berhenti melepas penat sejenak.

Namun, kata Luhur, jika pengelolaan tidak baik dan memunculkan banyak "pasar tumpah" yang mengakibatkan macet berjam-jam, ditambah lagi pengaturan lalu lintas tidak maksimal, keamanan serta kebersihan tidak terjaga, mudik bersama bisa dirasakan bagai "neraka" bagi perantau.

"Hal ini malah bisa menjadi faktor yang membuat perantau nantinya malas untuk pulang kampung, karena waktu banyak habis di jalan karena macet," kata Luhur.

Menurut dia, hal itu akan sangat merugikan karena potensi yang dibawa perantau pulang itu sangat besar, yakni silaturahim, "transfer" pengalaman hingga perputaran uang yang mencapai triliunan rupiah.

"Mari kita siapkan semua dengan baik agar pulang basamo terus menjadi tradisi yang menyenangkan di Sumbar," katanya.***
Berbagi Berita
Berita Terkini
schedule Minggu, 16 Juni 2019 13:25
schedule Minggu, 16 Juni 2019 13:23
schedule Sabtu, 15 Juni 2019 15:16
schedule Kamis, 13 Juni 2019 10:56
schedule Kamis, 13 Juni 2019 10:47
schedule Rabu, 12 Juni 2019 18:00
schedule Selasa, 11 Juni 2019 11:31
schedule Selasa, 11 Juni 2019 11:24
schedule Senin, 10 Juni 2019 14:23
schedule Minggu, 9 Juni 2019 12:43