SumbarPos | Portal Berita dan Bisnis | Informasi Bisnis Sumatera Barat dan Berita Pekanbaru Riau

Wisuda 22 Hafizh Yayasan Alhuffazh Bakal Lahirkan One Home One Hafizh

schedule Kamis, 23 Januari 2020 19:03

Wisuda 22 Hafizh, Yayasan Alhuffazh Bakal Lahirkan "One Home One Hafizh"

SUMBARPOS.COM, PAYAKUMBUH - Yayasan Alhuffazh Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat, bekerjasama dengan  Yayasan Karantina Tahfizh Nasional mewisuda 22 orang hafizh/ah dalam program Karantina Tahfizh sebulan hafal Qur'an 30 Juz Angkatan Pertama, di aula Balai Inseminasi Buatan (BIB) Sumbar di Jalan Pahlawan, Kota Payakumbuh, Rabu 22 Januari 2020. 

Yayasan Alhuffazh bersama Yayasan Karantina Tahfizh Nasional memiliki cita-cita, "One Home One Hafizh" (Satu Rumah Satu Hafizh) di Sumatera Barat umumnya dan Kota Payakumbuh khususnya. Dengan lahirnya Hafizh/ah di Kota Payakumbuh, maka tidak mustahil Payakumbuh akan dijuluki City of Alqur'an dimasa akan datang. 

Ketua Yayasan Alhuffazh, Kota Payakumbuh, Edi Kusmana, dalam kata sambutannya dihadapan Pembina Yayasan Alhuffazh Ustazh Zulkifli Muhammad Ali, Sataf Ahli Wali Kota Payakumbuh, Syahril, para guru Hafiz dan orangtua santri yang hadir, mengaku akan mewujudkan mimpi bagaimana melahirkan generasi alqur'an. 

"Salah Satu upaya kita dari Yayasan Alhuffazh, bagaimana melahirkan genarasi alqur'an di Payakumbuh khususnya dan Sumbar umumnya. Cita cita besar kita satu rumah Satu pehghafal al-quran. Sehingga si'ar alqur'an tumbuh kembang dan menjadi spirit bagi kita bagaimana rumah-rumah kita dilindungi oleh alqur'an," sebut Edi Kusmana. 

Disampaikannya, ini adalah awal atau pemanasan bagaimana nanti anak-anak mampu menjaga hafizh dan menjadi ahli alqur'an. Ini juga menjadi PR bagi para orangtua untuk terus mengawal, menjaga dan mendoakan anak-anaknya. 

"Tantangan kedepan lebih besar dan berat. Sekarang ini berkat kerja keras, semangat dari guru-guru kita yang telah membagi ilmunya untuk anak-anak di Tanah Minang ini. Bagaimana anak-anak kita dididik di Payakumbuh tetapi berlevel internasional. Kita siapkan bekal ilmu anak-anak kita, sehingga Payakumbuh benar-benar jadi icon Payakumbuh sebagai city of alqur'an," harapnya.

Disampaikan Edi Kusmana, Program sebulan hafal alquran merupakan program akeselerasi untuk bisa menuntaskan hafalan alquran.
Setelah menuntaskan hafalan alquran akan masuk dalam program pemantapan qualitas hafalan dengan program mutqin yang akan di bimbing langsung oleh para Syekh yang didatangkan dari Yaman dan Mesir yang memiliki kompetensi alquran bersanad.

Pembina Yayasan Alhuffazh, Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, bersama Syeh Muhammad Salim dari Timur Tengah, menyebut terus berupaya mendatangkan guru-guru yang tepat untuk membimbing, mengajarkan alqur'an kepada anak-anak Sumatera Barat dengan mendatangkan guru dari Timur Tengah yang bersanad. 

"Kami juga datangkan guru dari Mesir untuk di Mulazzamah setingkat SLTA. Kalau guru guru dari Timur tengah bisa kita hadirkan disini, mengapa lagi kita jauh-jauh ke-Timur tengah. Dan Kita akan menjadikan Payakumbuh percontohan lahirnya para hafiz alqur'an," harap Ustadz Zulkifli M.Ali yang lebih dikenal Ustadz Akhir Zaman. 

Diingatkannya kepada para Hafizh/ah yang sudah diwusuda agar tidak sombong, takabur dan berbangga-bangga diri. "Jadi anak-anak ku para hafiz, tidak datang untuk membesarkan lubang hidung, berbangga-bangga dan ujub. Tapi Alhamdulillah Allah jaga hati kalian dari ujub, riyah. Saat kalian menjaga alqur'an dan Sunnah, maka Allah akan datangkan kemaslahatan, kesempurnaan, keberkahan, usra (kemudahan)," nasehat Ustadz Zulkifli M Ali.

Disampaikannya, kenapa banyak orang yang merasa sulit untuk menghafal alqur'an, sebut ustad Zul, karena tidak sabar. "Kunci sulit itu, bersabar dalam menjalani Proses, sesungguhnya menjadi Hafiz umpama buah, maka harus ada pohon dan akar dan harus kuat. Jadi tidak mungkin kalian jadi Hafiz jika tidak ada murajaah, sabar untuk terus mengulangi," ucapnya. 

Hafizah dan Hafiz itu adalah hasil, maka harus ada modal yang harus dijaga, diputar terus sehingga menghasilkan untung, apa modalnya ?, murajaah. Jadi kalian harus terus belajar agar mendapat sanad. "Kita inshaAllah akan menghadirkan syeh untuk menjadi sanad bagi anak-anak Kita. Dan bagi yang mendapatkan sanad nantinya akan Kita umrohkan," ucap Ustadz Zulkifli memberi motivasi.

Kemudian kenapa sulit menghafal alqur'an, karena sulit mendapatkan guru yang tepat, sehingga banyak orang tidak tahu mendapatkan solusi yang tepat. Maka jika dapat guru benar, maka akan mudah. "Maka kuncinya guru yang tepat. Jika sudah ada maka akan mendapatkan solusi tepat dari masalah kenapa sulit menghafal Qur'an," sebut Ustadz Zulkifli.

Salah seorang wali santri Hafiz, Rusnedi, mengaku senang dan terharu sekaligus bangga anaknya bisa menjadi bahagian dari wisudawan tahfizh 30 Juz. Meski menurutnya, anaknya baru menyelesiakan hafalan 15 juz dalam 34 Hari diusia 14 tahun, dirinya optimis anaknya akan bisa menghafal alqur'an hingga 30 Juz. 

"Saya senang, bangga, bahagia dan terharu saat dia memasangkan mahkota kekepala orangtuanya. Semoga saja ini menjadi pertanda jika nanti anak-anak kita ini menjadi penolong kita di hadapan mahkamah Allah diakherat kelak. Saya terus terang saja, sejak anak Saya masuk Madrasah Alhuffazh, dan mulai menghafal Qur'an hati saya merasa tenang, sejuk dan bahagia rasanya," sebut bapak Dua anak ini bangga.

Adapun 22 hafiz hafizah yang diwusuda, dari laki-laki, Gusti Wahyudi (18) hafal 30 Juz dalam waktu 34 hari, Umar Abdul Hakim (14) hafal 30 Juz dalam waktu 33 hari, Ramadhani Fataz Dzaki (16) hafal 30 Juz dalam waktu 15 hari, M.Naufal (15) hafal 30 Juz dalam waktu 29 hari, Najib Zulhqmid (15) hafal 30 Juz dalam waktu 24 hari, Ilham Akbar Latif (13) hafal 17 Juz dalam waktu 34 hari, M.Alfi Royati Fathan Bin Edi Kusmana (13) hafal 22 juz dalam waktu 34 hari, M.Farhan (16) hafal 30 Juz dalam waktu 24 hari, M.Rafif Al Ghani (14) hafal 16 juz dalam waktu 34 hari, M.Sauqy Ibrahim (15) hafal 11 Juz dalam waktu 34 hari, Raihan Firdaus (14) hafal 15 juz dalam waktu 34 hari, M.Maulana (16) hafal 30 Juz dalam waktu 17 hari.

Dari perempuan, Kaysa Alfa Khaira (7) hafal 30 Juz dalam waktu 34 hari, Ltfia Zahra Husni (17) hafal 30 Juz dalam waktu 25 hari, Salma Aisya Fatiha (16) hafal 30 Juz dalam waktu 31 hari, Khalila Mazaya Tiana (14) hafal 9 juz dalam waktu 34 hari, Latifa Hanum (14) hafal 30 Juz dalam waktu 17 hari, Nayla Azelina Putri (13) hafal 30 Juz dalam waktu 35 Hari, Nayna Azelia Putri (13) hafal 30 Juz dalam waktu 35 hari, Nayla Haura Afifa (14) hafal 30 Juz dalam waktu 13 hari, Musamila Lutfia R (14) hafal 8 Juz dalam waktu 35 hari, dan Raisa Hasna Muttaqiyah (14) hafal 30 Juz dalam waktu 34 hari. (sp2)
Berbagi Berita
Berita Terkini
schedule Sabtu, 22 Februari 2020 14:41
schedule Sabtu, 22 Februari 2020 14:34
schedule Sabtu, 22 Februari 2020 14:07
schedule Sabtu, 15 Februari 2020 22:19
schedule Sabtu, 15 Februari 2020 22:02
schedule Jumat, 14 Februari 2020 16:01
schedule Rabu, 5 Februari 2020 14:53
schedule Selasa, 4 Februari 2020 14:07
schedule Selasa, 4 Februari 2020 14:03
schedule Minggu, 2 Februari 2020 22:47