Curiga Diselingkuhi, Nyawa DW Berakhir di Tangan Sang Kekasih

schedule Sabtu, 9 Maret 2019 10:36


SUMBARPOS.COM - Warga nagari Saniang Baka kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok digemparkan dengan penemuan mayat perempuan "DW" (16) warga Jorong Kapalo Labuah, Kamis (7/3).

Nasib tragis yang menimpa seorang pelajar SMK N 1 Kota Solok itu diduga tewas ditangan sang kekasihnya RT (16) warga Saniang Baka.
Kejadian berawal ketika pelaku menginap di rumah korban di Jorong Kapalo Labuah Nagari Saniangbaka Kec. X Koto Singkarak Kab. Solok dengan masuk melalui jendela, Rabu malam, 6 Maret 2019.

Rabu sekitar pukul 21.00 wib pelaku pergi kerumah korban dan akan menginap dengan membawa seutas tali yang dibawa dari rumahnya dengan niat untuk menghabisi nyawa korban. Pelaku diantar oleh temanya RK hingga jendela Kamar Korban.

Pelaku masuk kedalam Kamar Korban lewat jendela, karena Jendela tersebut tidak dikunci dan Korban sudah sering tidur di kamar korban dan setiap tidur dikamar korban pelaku selalu melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan Korban.

Menurut keterangan AKBP Dony Setiawan,S.IK,MH didampingi Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino,S.IK,  Kanit PPA IPDA Fika Putri, dan Kapolsek Singkarak Iptu Ahmad Ramadhan, SH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok Septrismen,SH yang juga merupakan  tokoh masyarakat Nagari Saning Bakar sekaligus mewakili keluarga korban dalam konfrensi press yang digelar Jumat sore, 8 Maret 2019, Pelaku mempunyai niat untuk menghilangkan nyawa korban yang merupakan kekasihnya dikarenakan Korban selalu mencurigai pelaku menduakanya atau selingkuh sehingga korban cemburu.

Pelaku sudah menjalin hubungan kekasih atau Pacaran dengan Korban lebih kurang selama 1 tahun dan sering menginap di rumah Korban, setiap malam hari libur dengan masuk lewat jendela Kamar.

"Pelaku masuk kedalam Kamar Korban lewat jendela karena Jendela tersebut tidak dikunci dan Korban sudah sering tidur di kamar korban dan setiap tidur dikamar korban pelaku selalu melakukan hubungan intim layaknya suami istri dengan Korban”, terang AKBP Dony.

Dijelaskan Kapolres, bahwa berdasarkan pengakuan korban, pada malam kejadian sempat terjadi cek cok dan perang mulut antara korban dan pelaku, lantaran korban menuduh dan mencurigai pelaku memiliki kekasih lain serta meminta pelaku untuk mengakuinya. Setelah cek cok keduanya melakukan hubungan badan layaknya suami istri dan tertidur.

Sekitar pukul 02.00 WIB hari Kamis tanggal 07 Maret 2019 korban terbangun dan kembali meminta pelaku untuk mengakui perselingkungannya, hingga terjadi lagi cek cok mulut antara Korban dengan Pelaku dan berakhir dengan hubungan badan.

"Setelah melakukan layaknya hubungan suami Istri, cek cok mulut pun kembali terjadi, dan Korban menayakan kembali status hubungannya dengan pelaku dan meminta pelaku mengakui perselingkuhannya. Sekitae pukul 04.35 WIB pelaku membunuh Korban dengan seutas tali yang sudah disiapkan sebelumnya dengan cara membuat simpul pada tali dan menjerat leher Korban dengan posisi dari belakang Korban yang sedang duduk diatas Kasur.”, tambah Dony.

Lebih jauh diterangkan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, setelah menjerat leher korban selama kurang lebih 30 menit hingga korban kaku tidak bergerak lagi, pelaku kemudian merapikan kamar korban dan sekira pukul 05.50 WIB menguhubungi temannya RK melalui Chat WA untuk minta dijemput kembali di jendela kamar korban. Korban ditinggal begitu saja oleh pelaku dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Peristiwa ini pertama kali di ketahui oleh ibu korban. Sebelumnya, pada Kamis pagi sekiter pukul 06.00 WIB, di saat ibu korban akan pergi ke ladang, melihat pintu kamar anaknya masih tertutup. Namun karena hari itu hari libur (Nyepi), ibunya membiarkan saja.

Sekembali dari ladang,sekira pukul 08.00 WIB ibu korban masih mendapati pintu kamar anaknya masih terkunci dan sang anak belum keluar, kemudian ibu DW memanggil dan menggedor – gedor pintu kamar anaknya, namun tidak ada,"maka orang tuanya memanggil tetangga dan mendobrak pintu kamar DW, ternyata DW sudah terkapar tak bernyawa,"kata Kapolres.

Maka atas permintaan keluarga korban di autopsi ke Padang dan dinyatakan DW tewas akibat pembunuhan. Dengan gerak cepat Satreskrim Polres Solok Kota langsung melakukab olah TKP dan penyelidiki. Alhasil pelaku berhasil diamankan di rumah di jorong Kapalo Labuah.

Atas perbuatan tersangka dijerat dengan Pasal 340 Subsidair Pasal 338 KUH Pidana Jo Pasal 80 Ayat (3) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman seumur hidup.(cr3)
Berbagi Berita
Berita Terkini
schedule Senin, 12 November 2018 12:39
schedule Senin, 12 November 2018 10:47