SumbarPos | Portal Berita dan Bisnis | Informasi Bisnis Sumatera Barat dan Berita Pekanbaru Riau

Waah! Kabut Asap Merajalela, Warga Tetap Bakar Lahan

schedule Jumat, 20 September 2019 19:04

SUMBARPOS.COM, AGAM = Meski imbauan telah dilakukan oleh pemerintah maupun pihak kepolisian terkait dengan larangan pembakaran lahan, ditambah dengan kondisi kabut yang menyesakkan,Namun oknum warga di Palupuah tetap membandel dan membakar lahan.

Pembakaran lahan terjadi di Jorong Angge Nagari Pasie Laweh Kecamatan Palupuah Kabupaten Agam. Berniat ingin membuka lahan, warga melakukan pembakaran dengan sengaja. Setidaknya tiga hektar lahan terbakar, dan membuat warga serta aparatur di daerah setempat geger.

Kapolsek Palupuah, Iptu Syafril, Rabu (19/9/2019), membenarkan lahan milik masyarakat itu sengaja dibakar pada Rabu (18/9/2019) kemaren sekitar pukul 14.00 WIB, dan lahan tersebut rencananya akan ditanami tanaman Serai. Beruntung, warga secara beramai-ramai dibantu petugas polsek dan koramil setempat berhasil memadamkan api.

"Saat ini, kami sedang memeriksa 18 orang yang melakukan pembakaran di lahan itu. Informasinya, pemilik lahan tinggal di Bukittinggi. Kami sedang dalami pemeriksaan terhadap mereka,” ulasnya.

Secara kasat mata sambung Syafril, luas lahan yang dibakar itu sekitar 3 hektar, namun menurutnya, pihak terkait akan menghitung secara pasti berapa luas lahan yang dibakar. Parahnya, lahan yang dibakar itu berdekatan dengan hutan lindung, beruntung api tidak meluas dan ikut membakar hutan lindung.

“Saat ini api sudah padam, jika hutan lindung yang terbakar maka jelas ada unsur pidananya. Saat ini, daerah kita sedang mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga. Oleh sebab itu, kita imbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Baliho Kapolda Sumatera Barat yang melarang membakar lahan, juga sudah kita pasang di sini, namun himbauan itu tidak diindahkan masyarakat," jelasnya.

Syafril meminta agar masyarakat tidak kembali melakukan hal serupa untuk membuka lahan lainnya. Karena hal tersebut memberikan dampak yang sangat parah, apalagi jika membakar hutan lindung.

Dilain pihak, Wali Nagari Pasie Laweh Zul Irfan, juga membenarkan kejadian tersebut. Menurut wali nagari, awalnya para pekerja yang membersihkan lahan tersebut hanya berniat menghidupkan api dengan membakar kayu-kayu sembari bekerja. Namun, karena lahan tersebut kering dan banyak dedaunan mati, api justru meluas.

“Beruntung hal itu terlihat oleh aparatur kita, dan kami segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Warga dan petugas beramai-ramai menuju lokasi dan berusaha memadamkan api. Memang dari kejauhan terlihat kepulan asapnya sehingga membuat warga cemas,” terangnya.

Usaha warga dan aparat akhirnya berhasil, api dapat dipadamkan, dan tidak meluas hingga ke hutan lindung.(sp6)
Berbagi Berita
Berita Terkini
schedule Jumat, 18 Oktober 2019 06:09
schedule Sabtu, 12 Oktober 2019 07:27
schedule Kamis, 10 Oktober 2019 15:26
schedule Senin, 7 Oktober 2019 20:53
schedule Senin, 7 Oktober 2019 20:45
schedule Rabu, 2 Oktober 2019 21:09
schedule Jumat, 27 September 2019 19:03
schedule Rabu, 25 September 2019 18:56
schedule Selasa, 17 September 2019 12:08
schedule Selasa, 17 September 2019 07:44