Jutaan Ancaman Siber di Indonesia, Ini Metode yang Dipakai Hacker

schedule Kamis, 14 Februari 2019 15:30

Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber, menyatakan telah terjadi puluhan juta ancaman siber di Indonesia baik online maupun offline pada periode Oktober-Desember 2018. Tinjauan ancaman tersebut didasarkan pada data yang diperoleh dan diproses dengan Kaspersky Security Network.

"Untuk online biasanya yang paling sering digunakan adalah menyebarkan melalui URL, email atau website. Sedangkan offline, biasanya melalui drive USB yang dapat dilepas," ujar Territory Channel Manager SEA Kaspersky Lab untuk Indonesia Dony Koesmandarin, di Seribu Rasa, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Februari 2019.

Berikut detil metode yang paling sering dilakukan oleh peretas atau hacker untuk menembus sistem:


1. Melalui browser

Dalam insiden ini, peretas memanfaatkan bug dalam perangkat lunak browser atau plugin populer untuk menginfeksi pengguna yang mengunjungi sebuah situs web yang disusupi. Infeksi terjadi tanpa intervensi dari pengguna dan tanpa sepengetahuan pengguna.

Banyak peretas yang menggunakan pendekatan tersebut untuk menargetkan serangan pada korban. Dalam beberapa kasus, peretas juga menggunakan malware tanpa file yang sulit dideteksi dan dihapus.

2. Rekayasa sosial

Metode distribusi malware lain yang banyak digunakan untuk menularkan serangan siber melalui melalui web adalah rekayasa sosial. Serangan ini membutuhkan partisipasi dari pengguna, dengan target yang dikelabui untuk meng-klik tautan dan mengunduh file berbahaya ke komputer pengguna.

3. Infeksi melalui drive USB

Ancaman lokal biasanya berasal dari worms dan dokumen bervirus sebagai penyebab sebagian besar insiden berbasis komputer. Hal ini sering terjadi melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD dan metode offline lainnya.

"Contoh kasus, seseorang meninggalkan flash disk, kemudian ada yang menemukan dan ingin mengembalikannya, tapi tidak ada yang mengakuinya," kata Dony. "Akhirnya, yang menemukan itu penasaran tentang isinya, dan mencoba melihat isi data melalui laptop atau komputernya, tanpa sepengetahuannya data dalam laptop itu bisa di-collect hanya dalam waktu 2 detik saja."
Berbagi Berita
Berita Terkini
schedule Kamis, 14 Februari 2019 17:35
schedule Senin, 12 November 2018 12:09
schedule Senin, 12 November 2018 12:04
schedule Senin, 12 November 2018 12:01